oleh

Vaksinasi Massal Diperluas, Pemkab Kutai Timur Serukan Pelaksanaan Vaksinasi Di Setiap Kecamatan

Sangatta– Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dimaksimalkan. Meskipun tetap saja ada beberapa kendala yang dihadapi. Misalnya luasnya cakupan wilayah pemerintahan hingga ke kecamatan-kecamatan dan lainnya. Agar program nasional ini terlaksana sesuai target, Pemkab Kutim mencoba meminimalisasi kendala yang kemungkinan bakal terjadi melalui rapat evaluasi, Jumat (11/6/2021) sore.

Rapat evaluasi pemberian vaksin COVID-19 yang berjalan secara virtual di Kantor Diskominfo Kutim ini melibatkan Camat se Kutim. Dipimpin Wabup Kasmidi Bulang mewakili Bupati. Rapat juga diikuti Ketua DPRD Kutim H Joni, Seskab Irawansyah, Dandim 0909 Letkol CZi Pabate, Kadinkes dr Bahrani, Kepala BPBD Kutim Syafruddin dan undangan lainnya.

“Alhamdulillah kita sudah pantau disetiap kecamatan sudah melakukan vaksinasi, hanya saja distribusi vaksinnya yang sedikit terlambat,” kata Wabup Kutim Kasmidi Bulang.

Kasmidi Bulang dalam rapat selanjutnya menjelaskan, vaksinasi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Guna menekan penyebaran virus Corona di wilayah kecamatan. Ia berharap kepada Camat dan pihak terkait lainnya agar bisa mendata lebih akurat dan membantu menyukseskan program vaksinasi ini. Selain itu, koordinasi juga harus terus dilakukan dengan sebaik-baiknya. 

Kasmidi tak lupa mengapresiasi Camat, Unsur Muspika, jajaran puskesmas dan RSUD di kecamatan karena telah memberikan kinerja terbaik, dalam menyosialisasikan wajib vaksin kepada masyarakat ditiap kecamatan masing-masing. Vaksinasi COVID-19 yang saat ini menjadi prioritas adalah untuk lansia dan pelayan publik. Berikutnya bagi tenaga kesehatan, TNI-Polri juga sudah seluruhnya di vaksinasi. Sesuai jadwal, nantinya diwilayah kecamatan, pemberian vaksin bakal dilanjutkan kepada pelayan publik. Tentunya menyusul setelah program vaksin untuk lansia selesai. Pelayan publik yang menjadi sasaran pemberian vaksin diantaranya pedagang pasar, pengemudi ojek dan lain sebagainya.

“Sekaligus rapat ini juga (untuk) mensinkronisasi data yang ada. Agar tidak ada kekeliruan di kemudian harinya,” jelas Kasmidi. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]