oleh

Unas Resmikan Edu-Park, Tempat Bermain dan Belajar Keragaman Hayati di Lingkungan Kampus

Di hari-hari biasa, berada di dalam kompleks kampus Universitas Nasional yang di Jalan Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, memang terasa nyaman. Selain bangunan kampus dan ruang-ruang perkantoran yang tertata rapi, berada di lahan hijau komplek kampus terasa lega, asri dan menginspirasi. Pepohonan dan pelataran parkir yang berada di sekitar bangunan kampus utama, tertata rindang dan nyaman. Begitu juga deretan kantin dan tempat jajanan di ujungnya, menjadi tempat yang bukan saja menyediakan menu-menu menarik, tetapi juga nyaman untuk bercengkerama.

Kini, suasana yang rindang dan menyejukkan itu akan bertambah teduh dan menginspirasi. Karena diantara kerindangan dan keteduhan pepohanan di pelataran kampus Unas yang luas, mulai dibangun sebuah taman. Sebagai salah satu tempat pendidikan tertua di Indonesia, yang memiliki jurusan-jurusan yang keberadaannya sudah diakui di tingkat nasional dan internasional, taman yang akan dibangun akan didasarkan pada konsep Edu-Park.

Pembangunan Edu-Park di Unas ini, merupakan gagasan yang dimunculkan oleh Ikatan Alumni Fakultas Biologi Universitas Nasional (IKA FABIONA). Sebagai jurusan yang sudah eksis di tingkat nasional dan internasional, para alumni FABIONA melihat penting bagi Unas untuk memiliki Edu-Park terutama untuk bisa memberikan wawasan tentang pentingnya mempertahankan keanekaragaman hayati.

Salah satu penggagas konsep Edu-Park adalah Prof. Dr. Endang Sukara. “Kami merasa Edu-Park ini tidak hanya membantu menghijaukan UNAS yang terpenting adalah bisa menjadi sains edukasi di lingkungan Unas dan siap membantu Unas dalam menjadikan Edu-Park sebagai sarana pendidikan dan pengetahuan,” kata Prof. Dr. Endang.

Dengan gagasan dan konsep itulah, soft launching Edu-Park di Unas dilakukan pada hari Hari Sabtu (05/06/2021), tepat bersamaan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt yang membuka secara resmi soft launching Edu-Part tersebut, menyampaikan bahwa konsep edupark adalah edukasi. Karena itu, sesuai dengan tujuan pembangunannya, maka Edu Park bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang memiliki fungsi ekologis, membangun sarana pendidikan bagi mahasiswa dan siswa-siswi sekolah di sekitar Unas maupun di luar.

“Konsep Edu-Park ini unik, tidak mesti sama dengan lembaga lain, karena Edu-Park di sini konsepnya adalah edukasi. Jadi, makna dan fungsi dari Edu-Park ini kita coba wujudkan dalam pengembangannya. Pembangunan Edu-Park juga diyakini sebagai bentuk gerakan Go-Green dalam mengatasi pemanasan global, jadi walaupun terlihat kecil ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” demikian disampaikan Prof. Erna.

Edu-Ppark adalah konsep dimana kumpulan tanaman dan tumbuhan yang ditata secara apik agar menarik, sehingga mampu mengundang siapapun untuk hadir dan memahaminya. Edu-Park adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang secara fisik memiliki batas dan ukuran, namun tak terpisahkan dari lingkungan sekitarnya. Di Edu-Park, berbagai macam burung dan serangga dari luar akan datang membawa buah, biji, angin membawa spora, polen dengan bebas keluar masuk Edu-Park.

Selain soft launching, sebagai bagian dari pembangunan Edu-Park juga diadakan talkshow dengan tema “Potensi Tersembunyi Edu-Park Unas”. Kegiatan ini dihadiri oleh guru besar Unas, Prof. Dedy Darnaedi. Dalam paparannya, Prof. Dedy menyampaikan bahwa Edu-Park Unas adalah oase pendidikan dalam mainstreaming nilai biodiversitas dalam pembangunan.

Menurutnya, dalam usaha pengarusutamaan biodiversitas untuk pembangunan, kampus harus mengedepankan pentingnya pendidikan dan penelitian menggali nilai tambah biodiversitas. Salah satunya mendekatkan mahasiswa ke alam, atau membawa alam ke lingkungan kampus dengan cara membangun sebuah taman edukasi.

“Edu-Park adalah salah satu cara pendekatan penting dengan membawa nilai biodiversitas di lingkungan Universitas, dari perspektif disiplin ilmu yang berbeda. Edu-Park Unas harus menjadi tempat bermain berbagai mahasiswa dari disiplin ilmu yang beragam, karena disiplin ilmu Biologi mulai menyadari pentingnya inter-disiplin dan trans-disiplin dalam pemanfaatan biodiversitas untuk pembangunan. Dan perlu technopreneur, interpreuner serta inovasi dalam menggali nilai biodiversitas,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Prof. Dedy, Edu-Park Unas harus menjadi oase bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar. Edu-Park Unas harus memainkan peran penting melalui penelitian, konservasi dan rekreasi untuk tujuan pendidikan. Menyiapkan generasi penerus yang sadar pentingnya biodiversitas. Pendidikan adalah kunci dalam mainstreaming biodiversitas untk pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, soft launching Edu-Park pada 5 Juni yang juga merupakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau world environment, sengaja dilakukan untuk mengingatkan tentang pentingan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dicanangkan PBB agar dapat menggugah kesadaran banyak orang untuk menjaga lingkungan dan menciptakan ekosistem hijau. Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu sendiri berawal ketika PBB menggelar konferensi pertama tentang lingkungan hidup yang kemudian menghasilkan Deklarasi Stockholm pada tanggal 5 Juni 1972.

Semenjak saat itu, setiap tanggal 5 Juni seluruh komponen masyarakat dunia bersama-sama menunjukkan partisipasinya dalam mengurai isu-isu lingkungan hidup. (*TIN/DMS)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed