Transformasi Kelembagaan PTKN, Sekjen Kemenag Ingatkan Aspek Peningkatan Mutu

  • Bagikan

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar mengingatkan civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk terus meningkatkan mutu dan akses pendidikan keagamaan, utamanya setelah proses transformasi kelembagaan.

Pesan ini disampaikan Nizar saat memberikan sambutan pada Rapat Evaluasi Program Kerja dan Anggaran Tahun 2022 Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus, di Padang Sumbar, Sabtu (17/09/2022).

IAIN Batu Sangkar bertransformasi menjadi UIN Mahmud Yunus berdasarkan Perpres Nomor 84 Tahun 2022.

“Tujuan dari transformasi lembaga tak lain adalah meningkatkan akses pendidikan tinggi keagamaan,” kata Nizar.

Rapat Evaluasi ini mengusung tema “Penguatan Good University Governance Pasca Tranformasi menjadi UIN dan Persiapan Menuju PK-BLU”.

Transformasi PTKN, lanjut Nizar, juga untuk meningkatkan mutu dan daya saing penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan dan meningkatkan mutu serta relevansi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ada empat aspek penting setelah perguruan tingi bertransformasi menjadi universitas. Pertama, peningkataian sumber daya manusia (SDM). “Ini penting, khususnya untuk penataan dan penguatan dosen, tenaga administrasi, dan civitas akademika kampus,” kata Nizar.

Kedua, kelembagaan. PTKIN perlu melakukan penataan dan penguatan mekanisme kerja, serta penguatan unit usaha.

Ketiga, akademik. Hal ini menyangkut peningkatan dan penguatan status jurnal ilmiah terakreditasi unggul dan peningkatan peran PTKIN.

Keempat, administrasi, yang berkaitan dengan penyempurnaan peta jabatan, anjab, ABK berdasarkan struktur baru.

“Selain keempat aspek ini, juga dukungan terhadap perangkat IT harus diperkuat. UIN Mahmud Yunus Batusangkar harus bisa menjawab tantangan dunia hari ini agar kepercayaan masyarakat terhadap kiprah kampus akan semakin tinggi,” tandasnya.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Marjoni Imamora, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekjen Kemenag di tanah Minang.

“Kehadiran Pak Sekjen sengat berarti bagi keberlangsungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar pascaalih status dari IAIN menjadi UIN,” kata Marjoni Imamora.

Tampak hadir dalam acara ini, Komisi VIII DPR RI, Jhon Kenedy Aziz, Kakanwil Kemenag Sumbar, Helmi, Rektor UIN IB, Kustati, Kepala Biro UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukuktinggi, Pimpinan BSI Sumbar dan tamu undangan lainnya.

  • Bagikan