oleh

Setelah Diambil Alih, Pemerintah Tawarkan 3 Opsi Pengelolaan TMII, Salah Satu Opsinya Bisa Dikelola Oleh Swasta

Jakarta– Kepala Staf Presiden Moeldoko mengungkapkan alasan pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita yang dikelola Soeharto dan Ibu Tien.

Menurutnya, TMII dalam pengelolaannya mengalami kerugian dari waktu ke waktu.

“TMII itu melalui Keppres 51/1997 kurang lebih sudah dikelola selama 44 tahun. Dan perlu saya sampaikan sampai dengan saat ini kondisi TMII dalam pengelolaannya itu mengalami kerugian dari waktu ke waktu,” ungkapnya saat konferensi pers di kantornya pada Jumat (09/04/2021).

Ia menyatakan jika dirinya mendapat informasi setiap tahun Yayasan Harapan Kita sampai mensubsidi Rp40 hingga Rp50miliar.

“Dan pastinya tidak memberikan kontribusi kepada negara,” katanya.

Untuk itu, katanya, Mensesneg Pratikno sejak 2016 telah melakukan pendampingan dan menelaah tentang tata kelola TMII.

“Terakhir beliau meminta fakultas hukum dari UGM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan assesment terhadap pengelolaan TMII,” ungkapnya.

Hasilnya, lanjut Moeldoko, ada tiga rekomendasi untuk pengelolaan TMII. Pertama, TMII akan dikelola oleh swasta, kerja sama pemerintah, dan Badan Layanan Umum.

“Dari pertimbangan itu maka keluarlah Keppres yang baru saja dikeluarkan yaitu Keppres nomor 19 tahun 2001,” ujarnya.

“Dengan demikian maka, Keppres 51/1997 tidak berlaku karena pengelolaannya nanti akan dikelola oleh Mensesneg,” pungkasnya. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]