Selamat! Seluruh Peserta UKW PWI Kutim Tahun 2021 Dinyatakan Lulus

  • Bagikan

SANGATTAUji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXV PWI Kaltim yang digelar untuk seluruh pengurus dan anggota PWI Kutim resmi berakhir siang tadi Kamis (09/12/2021)

PWI Kutim bekerja sama dengan PWI Kaltim menggelar UKW tersebut di D’Lounge Hotel Royal Victoria. Ujian profesi ini menghasilkan wartawan kompeten jenjang muda sebanyak 11 orang dan jenjang madya 6 orang.

Hasil yang menggembirikan terkait kelulusan semua peserta tersebut diumumkan langsung oleh perwakilan penguji UKW Machmud Suhermono dari PWI Jatim. Pria dengan kepala plontos ini melaporkan, bahwa seluruh peserta angkatan terakhir rangkaian UKW PWI Kaltim pada tahun 2021 ini ada 17 peserta dan dinyatakan kompeten seluruhnya

“Selamat kepada peserta UKW yang sudah berkompeten. Pesan saya selalu menjaga marwah PWI dan tetap tidak sombong,” tegasnya disaksikan Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi, Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra, Ketua PWI Kutim Ibnu Djuraid, Sekretaris PWI Kutim Wardi, Bendahara PWI Kutim Irfan dan para peserta UKW Angkatan XXV.

Para peserta UKW PWI serius memperhatikan penjelasan

Ia menambahkan, wartawan harus berpacu dalam profesionalisme. Terkait bagaimana meningkatkan kualitas kerja sebagai jurnalis dan dituntut profesional.

“Perhatikan tulisan dalam pembuatan berita. Sebab di situ nilai lebihnya sebagai seorang jurnalis. Jangan puas dengan tingkatan saat ini, mulai dari wartawan (muda) hingga redaktur (madya),” ujarnya.

Sementara itu, penguji UKW muda yang juga Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie meminta agar wartawan yang sudah kompeten bisa menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Kemudian menjaga nama baik penguji serta amanah di mana pun bekerja. Hal terpenting lainnya, setelah dinyatakan kompeten, wartawan juga harus bisa menjaga ruh KEJ dan lebih profesional serta proporsional. Berkualitas sesuai dengan tingkatannya.

“Kalau yang kelas muda, harus lebih baik cara wawancara dan menulis berita. Mengantarkan perusahaan menjadi semakin baik, serta bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Sementara di madya, para redaktur harus bisa mengontrol dan mempunyai tanggung jawab dalam menangkap isu dalam penyuntingan berita. Jadi harus benar-benar mempertajam kualitas,” tegasnya. (*)

  • Bagikan