Refleksi Harlah PMII Ke-62, Kaderisasi Harus Kontekstual Dengan Zaman

  • Bagikan

Oleh Muhammad Taufiq (Ketua Rayon PAI Al-Asy’ari)

PMII yang pada dasarnya merupakan instrumen gerak sosial budaya, pastinya memiliki arah gerak yang menjadi tujuan dasar di bentuknya PMII sebagai institusi organisasi. PMII yang memiliki landasan PBNU ( Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 ). Visi keIslaman dan visi keIndonesiaan sebagai ide atau gagasan dasar organisasi PMII. Dimana organisasi ini mempunyai tujuan membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai organisasi pergerakan maka basis kader sangat diperlukan oleh PMII dalam melanjutkan roda organisasi agar tercapainya tujuan Organisasi.

PMII telah melakukan itu sekarang dengan jumlah  kader yang sangat banyak menurut data Dari PB PMII tahun ini, PMII sudah Memilik 230 Cabang, ini membuktikan bahwa secara Nasional PMII sudah mampu memberikan basis kader yang mempuni secara kuantitas. Artinya Apa, dalam Satu Cabang PMII bisa merekrut  kader kurang lebih 100 kader dalam Satu Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), Untuk bisa mencapai kader sebanyak itu PMII pasti memberikan strategi yang mateng dalam menjaring kader dalam Pendekatan untuk proses MAPABA.

Secara pribadi, di Harlah ke-62 tahun ini, semoga kader dan anggota PMII terus mengasah diri untuk meningkatkan kualitasnya, tentu dibidangnya masing-masing. Jadi tidak hanya besar secara kuantitas.

Selain itu, saya juga berharap kaderisasi formal bisa lebih tersentralisasi, mendampingi dan mengontrol kaderisasi formal yang dilakukan oleh struktur dibawahnya, sehingga tidak ada lagi “otonomi” kader bodong, sertifikat bodong, Tidak ada efek dari kaderisasi formal terhadap penguatan basis, bahkan terputus atau tidak berkesinambungan.

Terakhir, dewasa ini zaman sudah berubah, tentu kaderisasi juga harus adaptif dengan perubahan termasuk harus ada inovasi dan starategi bagaimana menempa anggota dan kader, agar transformasi gerakan PMII bisa kontekstual dengan perubahan zaman.

Itu semua kita harapkan, agat PMII tetap tumbuh subur menjadi pergerakan dan dapat mendorong perubahan yang sejalan dengan tujuan.

  • Bagikan