oleh

Profesionalisme Guru Dewasa Ini, Kado Hardiknas 2021

Opini Hardiknas 2021 Oleh: Mustatho’, M.Pd.I

Profesionalisme guru adalah potret guru yang ideal, meski sulit didapat namun gambaran dari profil guru ideal yang sesuai dengan konteks kekinian sangat mendesak untuk diwujudkan; terlebih karena tantangan kehidupan modern (yang) semakin nyata dan kompleks, sebut saja pembelajaran secara daring (masa pandemi) membutuhkan kemampuan teknis teknologi infomasi dari seorang guru.

Abad modern memang ditandai dengan kehidupan masyarakat yang berubah dengan cepat karena dunia semakin menyatu ditopang oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sebabkan batas-batas masyarakat dan negara menjadi kabur. Dunia  berkembang dengan pesat yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Gejala seperti ini sebenarnya menjadi ciri khas dari tata kehidupan dunia modern sekarang ini yang telah berperan dalam membentuk world view peradaban manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam kondisi semacam ini, lahirlah “knowledge society” dimana ilmu pengetahuan bukan hanya menjadi salah satu sumber bersama dengan tenaga kerja, kapital dan tanah, tetapi telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama.

Dalam kasus ini, lembaga pendidikan tentu berharap peserta didiknya dapat secara maksimal berperan dalam kancah kehidupan yang modern, sehingga tidak tertinggal. Harapan besar tentunya digantungkan kepada performance guru dalam menghantarkan peserta didik menjadi insan modern sekaligus beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.

Guru vis a vis Dunia Modern

Sebagaimana kita ketahui, pada masa modern seperti  sekarang ini sosok guru dihadapkan pada kultur modern yang menjadi dunia dari peserta didik. Meminjam istilah Tapscott, guru hendaknya menyadari adanya kultur N-Generations yang sedang dihadapinya. N-Generations ini membawa identitas liberal-inklusif dan sekaligus identitas inovatif.

Pertama, Identitas liberal-inklusif, menjelaskan kultur anak didik sekarang yang cenderung cepat dewasa seiring mudahnya akses informasi lewat beragam media. Sehingga menampilkan sosok yang kritis dengan haluan keterbukaan emosional dan intelektual.

Kedua identitas inovatif, merupakan kelanjutan dari identitas pertama dimana dalam hal ini rasa keingintahuan seorang siswa begitu menggebu sejalan dengan informasi yang ia peroleh lewat beragam media global.

Menghadapi tuntutan zaman yang semacam itu, guru yang profesional haruslah memiliki berbagai kompetensi,  yang paling utama adalah Kompetensi profesionalisme. Guru yang memiliki profesionalisme adalah guru yang mampu untuk mengembangkan pribadi peserta-didik, khususnya kemampuan intelektual, serta membawa peserta didik menjadi anggota masyarakat yang harmonis dengan kehidupan modern.

Dalam rangka melaksanakan tugasnya, seorang guru profesional tentunya harus menguasai falsafah pendidikan, menguasai pengetahuan serta memiliki kemampuan teknis dalam penyusunan program pengajaran dan melaksanakannya. Seorang guru profesional dapat mengadakan evaluasi di dalam proes belajar mengajar. Ia juga seorang administrator baik dalam proses belajar maupun di lingkungan sekolah.

Sebagai seorang pendidik, seorang guru yang profesional adalah komunikator. Ia dapat berkomunikasi dengan anak didik dalam rangka mengembangkan kepribadian anak didik. Dan yang paling penting adalah sebagai suatu profesi yang terus menerus berkembang, seorang guru profesional hendaknya mampu mengadakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan peningkatan profesional seorang pendidik.

Suatu profesi yang bermutu ditentukan oleh kemampuan guru itu sendiri. Apabila kemampuan guru rendah, maka profesi tersebut akan tersubordinasi. Setiap profesi harus terus menerus dikembangkan, kalau tidak maka profesi tersebut akan hancur.  Pada masa sekarang ini, perlu adanya bibit baru dalam pengembangan profesi guru yang dapat dicarikan dari sosok yang memiliki intelegensi tinggi, berdedikasi serta kemampuan untuk mengembangkan profesionalisme.

Urgensi Peningkatan Profesionalisme Guru

Salah satu komponen utama yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah guru. Peran guru sangat  menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Keberhasilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki guru dan kemampuan yang dimiliki peserta didik.  Guru yang memiliki kompetensi sebagai pendidik akan lebih berhasil dalam melaksanakan pembelajaran dibanding dengan guru yang tidak memiliki kompetensi.

Keberhasilan dalam melaksanakan pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang selanjutnya akan meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kualitas pendidikan harus  dimulai dari peningkatan kualitas guru.

Usaha-usaha peningkatan profesionalitas guru ini setidaknya dapat dibagi ke dalam dua hal:

Pertama dari diri guru dan kedua dari manajemen pendidikan di tingkatan satuan lembaga pendidikan.

Dari sisi guru; guru yang berkualitas  adalah guru yang profesional dalam melaksanakan tugas pembelajarannya. Guru yang profesional  mampu merancang dan  melaksanakan pembelajaran serta  menilai   hasil pembelajaran. Untuk itu seorang guru yang profesional  harus menguasai bahan ajar, memahami karakteristik peserta didik, dan terampil dalam memilih metode pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran.

Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat (1) yang menjelaskan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Dari sisi manejemen pendidikan; di setiap satuan lembaga pendidikan, pengelolaan manajemen pendidikan semestinya diorientasikan ke arah profesionalitas guru. Manajemen pendidikan yang bertujuan pada profesionalitas guru ini dapat digagas dengan langkah-langkah kebijakan manajerial mulai dari; perencanaan tenaga guru, pengadaan tenaga guru, pembinaan dan pengembangan tenaga guru, promosi dan mutasi, pemberhentian pegawai jika dibutukan, kompensasi dan penilaian guru termasuk kesejahteraan guru dan peningkatan karir yang terukur. (*)

(*) Mustatho email: [email protected]

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]