Petani Perlu Tahu, Begini Cara Mudah Memberantas Hama Gudang Dan Mengawetkan Gabah Padi

  • Bagikan

Oleh :
Siti Jamilah, SP


Tanaman Hortikultura merupakan tanaman yang meliputi semua jenis tanaman pangan, sayuran dan buah-buahan. Budidaya tanaman hortikultura dan pengelolaan hasil panen sangat memerlukan perhatian khusus, terutama pada bulir/ buahnya.

Salah langkah dalam pengelolaan hasil panen, akan berakibat tidak optimalnya hasil yang telah dipanen oleh petani. Pengelolaan langsung terhadap hasil pertanian ini sifatnya harus segera ditangani untuk meningkatkan mutu hasil pertanian agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi. 

Hasil panen tanaman hortikultura khususnya bulir padi, dalam penyimpanannya harus memperhatikan standar kelayakan baik dari aspek kehangatan/kering, kebersihan dan kadar kelembaban tempatnya agar bulir gabah tidak mudah membusuk dan gabah menjadi hampa serta butir mengapur.


Pada kawasan pertanian seperti di wilayah Kecamatan Segah Kabupaten Berau merupakan wilayah berskala besar budidaya pertanian dan perkebunan. Secara umum masyarakat petani di Kabupaten Berau melakukan tahap penyimpanan gabah padi dengan meletakkan pada lumbung-lumbung padi setelah mereka perlakukan dengan cara penjemuran.


Penyimpanan gabah ini dilakukan untuk mempertahankan agar gabah dalam kondisi baik dalam jangka waktu tertentu, untuk persediaan masa paceklik. Namun demikian ditemukan beberapa permasalahan yang muncul di masyarakat terkait penyimpanan gabah padi ini, diantaranya adalah gabah banyak terserang hama gudang, gabah berjamur, gabah menghitam sehingga mutu gabah menurun.


Untuk menemukan solusi terhadap persoalan masyarakat tersebut, Siti Jamilah SP melakukan penelitian dengan harapan mampu memberikan solusi tepat dalam penyimpanan gabah sehingga masyarakat/ petani tidak dirugikan oleh beberapa faktor eksternal terutama hama dan jamur sehingga mutu gabah tetap maksimal.

Fungsi BioPestisida


BioPestisida merupakan salah satu runtutan pada proses produksi pertanian. Berdasarkan Teknologi yang telah berkembang dan dapat dijadikan sebagai pedoman, bahwa Penerapan BioPestisida dalam Kesatuan Pengendalian Hama Terpadu dapat menurunkan 50 – 100% penggunaan insektisida kimia tanpa kehilangan hasil panen.


Dari segi lingkungan penggunaan Pestisida kimia, akan mengakibatkan terakumulasinya residu pestisida di lahan petanian yang akan berdampak pada kesehatan manusianya.
Namun dengan aplikasi BioPestisida secara umum hanya berpengaruh pada hama sasaran dan organisme yang dekat kekerabatannya, dapat mengurangi biaya produksi dengan hasil panen tetap tinggi, mudah diperoleh dialam, tidak meninggalkan residu bahan beracun, dan memungkinkan pengendalian hama jangka panjang.

Penerapan BioPestisida “KUPANG” yang Ramah Lingkungan

Penerapan BioPestisida “KUPANG” (Kunyit Payang) sebagai Pestisida alami ramah lingkungan membawa angin segar pengaplikasian Pengendalian Hama Terpadu Organik guna menciptakan lingkungan pertanian yang lebih sehat dan segar.

Dengan memanfaatkan pestisida alami dari “Kupang” akan mampu mendongkrak Income Produksi Petani dengan jalan menekan kerugian masyarakat dalam Proses Penyimpanan Gabah secara tradisonal yang mayoritas dilakukan dalam lumbung-lumbung padi di pemukiman masyarakat. Penggunaan BioPestisida dalam proses pengawetan gabah di tahap penyimpanan akan menurunkan persentasi serangan hama gudang dan menambah nilai hasil produksi petani .

Pembuatan Konsentrat BioPestisida “Kupang”

Langkah-Langkah Pembuatan

1. Pengambilan kulit kayu payang dan pemerasan menjadi sari

Pengambilan kulit kayu payang dapat diambil dengan menggunakan parang dan ditumbuk menggunakan palu hingga halus, timbang sebanyak 1 Kg, peras menggunakan air sebanyak 500 ml, peras hingga sari pati payang keluar.

2. Pembuatan sari pati kunyit

Untuk kunyit cuci bersih menggunakan air, potong-potong menggunakan cutter / parang, timbang sebanyak 1 Kg, blender hingga halus, menggunakan air sebanyak 500 ml, peras hingga sari pati kunyit keluar.

3. Pencampuran sari pati payang dan sari pati kunyit

Letakkan sari pati payang dan kunyit kedalam botol.

Gunakan Hand Sprayer dengan ukuran 1000 ml, masukkan air sebanyak 500 ml dan tambahkan :
BioPestisida Payang = 500 ml konsentrat payang
BioPestisida Kunyit = 500 ml konsentrat kunyit
BioPestisida Kunyit + Payang = 250 ml payang + 250 ml kunyit
(500 ml konsentrat kunyit + payang)

Tingkat Responsivitas Gabah Terhadap Perlakuan BioPestisida “Kupang”

Hasil uji laboratorium penyimpanan gabah padi dengan “Kupang”

Rekomendasi Untuk Petani

Untuk mengendalikan Hama Gudang bahkan menghindarkan gabah padi dari Hama, petani dapat menggunakan BioPestisida berbahan “KUPANG” (Campuran Kunyit dan Payang). Keunggulan BioPesisida Kupang sebagai berikut:

1. BioPestisida Kupang memiliki keunggulan dalam Pengendalian Hama Gudang padi di wilayah lumbung padi.

2. Hasil Uji Laboratorium terhadap BioPestisida Kupang dapat dijadikan dasar rujukan bahwa BioPestisida aman bagi beras yang akan di konsumsi. (*)

Penulis: Siti Jamilah SP (Guru SMKN 5 Berau, Kaltim)

  • Bagikan