oleh

Perubahan Paradigma Manajemen: Dari Hirarki Menuju Holarki Untuk Manajemen Yang Unggul

Adalah Brian J. Robertson, pada tahun 2015 lalu yang menciptakan Holarki. Holarki mengubah sistem hierarki atau top down digabungkan dengan sistem heterarki. Setiap individu dalam organisasi holarki menjadi seorang leader yang memiliki kebebasan untuk mengatur dirinya. Sistem organisasi tidak lagi dijalankan dengan sistem hierakis yang mengandalkan jabatan akan tetapi dijalankan berdasarkan aturan main yang disepakati bersama.

Sistem Holarki dikenal mampu menjadikan sebuah organisasi berjalan lebih cepat, efektif, dan berorientasi meraih kesuksesan kepada tujuan bersama. Holarki mengajarkan kita untuk belajar membentuk sebuah struktur dan cara pengambilan keputusan yang mana memberikan optimalisasi pada setiap orang untuk melakukan yang terbaik dalam menjalankan pekerjaannya untuk mencapai tujuan bersama.

Cara pandang manajemen Holarki:

  • Berfokus pada tujuan

Manajemen sistem Holarki berfokus pada tujuan di setiap tingkatannya, baik itu tingkat organisasi, tim, maupun individu. Semua anggota mendedikasikan semua tenaganya untuk mencapai misi organisasi sehingga membuka potensi penuh organisasi.

  • Responsif

Setiap individu bertindak sebagai “sensor” bagi organisasi dan bisa langsung memproses peluang dan tantangan yang ditemuinya menjadi sebuah perubahan dalam organisasi. Keputusan yang lebih kecil dan bertahap menggantikan reorganisasi skala besar sehingga organisasi dapat merespon perubahan lingkungan dengan cepat dan mengembangkan business agility.

  • “Aturan main” yang jelas

Sistem Holarki menggantikan manajemen hierarki dengan aturan yang eksplisit dan ringan yang menetapkan ekspektasi yang jelas dan membuat wewenang pembuatan keputusan yang transparan untuk seluruh organisasi.

  • Peran dan tanggung jawab yang transparan

Peran dan tanggung jawab menjadi dinamis, transparan, dan berkembang seiring perubahan organisasi. Setiap tim memonitor dan menyesuaikan struktur mereka sendiri yang real-time dan sejalan dengan tujuan organisasi.

Holarki menggunakan manusia sebagai sensor dalam mengidentifikasi dan merasakan permasalahan atau tantangan dalam lingkungan organisasi.

Holarki menyebut permasalahan tersebut sebagai tension, celah antara kenyataan saat ini dan potensi yang disadari.

Setiap tension yang dirasakan adalah pertanda yang menunjukkan bagaimana sebuah organisasi dapat berkembang untuk mencapai tujuannya.

Dengan sistem manajemen yang menerapkan pola Holarki diharapkan bisa bekerja seperti tubuh manusia yang tidak memiliki sistem komando dari atas ke bawah melainkan sistem yang terdistribusi. Setiap sel, organ, dan sistem organ memiliki kapasitas untuk menerima pesan, memprosesnya, dan menghasilkan keputusan. Mereka juga memiliki fungsi dan otonomi untuk mengatur bagaimana bisa melaksanakan fungsi tersebut.

Beberapa elemen yang ada dalam holarki adalah:

  1. Konstitusi yang menentukan ‘aturan main’ holarki dan mendistribusikan wewenang
  2. Cara baru untuk menyusun struktur organisasi dan menentukan posisi dan wewenang yang dimiliki individu
  3. Proses pembuatan keputusan yang unik untuk memperbarui posisi dan wewenang individu dalam organisasi
  4. Proses meeting untuk membuat tim tetap sinkron dan menyelesaikan pekerjaan bersama.

Sistem manajemen ini memiliki konstitusi yang merupakan pedoman aturan untuk organisasi yang menerapkan holarki.

Konstitusi ini mengatur tentang role atau peran dalam perusahaan dan tata cara membuat role serta mengisinya, apa saja tanggung jawab dan wewenang sebuah role, bagaimana bentuk struktur organisasi dan penentuan sebuah circle atau lingkaran departemen, bagaimana proses governance—proses dimana kita memberikan kekuasaan atau wewenang dalam organisasi, proses pelaksanaan meeting yang terdiri dari governance meeting, tactical meeting, dan strategy meeting, serta proses operasional organisasi. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]