Peduli Anak Yatim, TPA Akhlaaqul Banin Masjid At Taaibiin Margo Gelar Acara Idul Yatama

  • Bagikan

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Islam atau biasa disebut kalender Hijriah. Diawali dari Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Bagi masyarakat muslim bulan Muharram termasuk salah satu momentum mulia karena menjadi pembuka awal tahun baru. Adapun tradisi menyantuni anak yatim pada 10 Muharram sudah ada sejak dahulu, tradisi ini dilakukan para ulama dan umat muslim.


Momentum 10 Muharram sebagai Idul Yatama yaitu momen untuk membahagiakan anak yatim, sangat perlu digalakkan. Momen Idul Yatama adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan dan menggerakkan hati umat muslim agar lebih peduli dan memperhatikan anak-anak yatim. Sebagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh sayang dan peduli kepada anak yatim, begitu pula seharusnya seluruh umat Islam sebagai umatnya harus senantiasa meneladaninya.

Jamaah peringatan Idul Yatama Masjid at Taaibiin

Untuk meneladani Rasul Muhammad SAW dalam menyayangi anak-anak Yatim tersebut, Panitia Peringatan bulan Muharram 1444 H Masjid At Taaibiin mengadakan acara Idul Yatama ke-3. Acara tersebut dirangkai dengan Kegiatan Khataman KITAB AQIDATUL AWAM Santri TPA AKHLAAQUL BANIIN Jl. MARGO SANTOSO 2 gang 5 RT 18 kec. SANGATTA UTARA.

Ketua Panitia Muhammad Fadil Memberikan Laporan

Ketua panitia sekaligus kepala TPA AKHLAAQUL BANIIN Muhammad Fadil mengatakan bahwa acara Idul Yatama sendiri adalah acara rutin tahunan yang telah digelar selama 3 Tahun berturut.

“Pada hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2022 yang lalu kami telah menggelar acara Idul Yatama. Dan Idul Yatama ini sudah ketiga kalinya dilaksanakan oleh TPA Akhlaaqul Baniin. Untuk tahun ini Panitia Mengangkat Tema TITIP ANAK KU”, terang Fadil.

Fadil lebih lanjut menyampaikan maksud dari tema tersebut “maksudnya dari tema tersebut adalah Kita yang masih hidup ini menjadi ayah, menjadi ibu, menjadi kakak, menjadi adik, bagi mereka yang telah ditinggal orang tuanya”, tambahnya.

Anak-anak Yatim dalam Idul Yatama

“Sekaligus pengingat bagi kita yang masih hidup bahwa meskipun tanpa status, tetesan air mata, tetesan keringat, beban pikiran semua yang diharapkan bagi yang meninggal adalah untuk mengingatkan kita bahwa api neraka itu ada. Dan dengan menyayangi anak Yatim akan meringankan beban orang-orang yang masih hidup saat ini ketika mereka kelak tiada”, pungkas Fadil.

Dalam Kegiatan yang bertujuan untuk meneladani dan mengikuti ajaran Rasulullah untuk memuliakan anak yatim serta untuk membuka mata hati masyarakat agar lebih memperhatikan anak yatim yang ada di sekitar tersebut Panitia Idul Yatama TPA Akhlaaqul Baniin menyantuni sebanyak 77 ANAK YATIM-PIATU.

Santri TPA Akhlaaqul Baniin Masjid At Taaibiin Margo

Dengan digelarnya acara ini panitia berharap bukan hanya setahun sekali pada saat Idul Yatama saja untuk menyantuni anak Yatim, tetapi tentunya mengasihi anak yatim bisa dilakukan kapan saja. Dengan adanya Idul Yatama sekaligus ada harapan agar masyarakat Margo Santoso 2 RT. 18 khususnya dan masyarakat muslim secara luas akan terbiasa untuk bersedekah dan menyayangi anak yatim.

K Muhammad Muslih memberikan tausiah

Dalam rangkaiannya, acara Idul Yatama ini menghadirkan penceramah K. Muhammad Muslih, Rais Syuriah PC NU Kutai Timur, serta mengundang berbagai pihak, tokoh masyarakat termasuk Kapolres Kutai Timur turut hadir dan memberikan sambutan. *)

  • Bagikan