Partai Kebangkitan Nusantara Ucapkan Ikrar di Petilasan Gajah Mada di Hari Nusantara

  • Bagikan

Lebakjabung berada pada ketinggian 290 meter di atas permukaan laut. Jaraknya 64 kilometer dari kota Surabaya. Ada dua dusun di Lebakjabung: Dusun Lebak dan Dusun Jabung. Batas desa di sebelah selatan adalah wilayah hutan Malang, dan batas desa sebelah barat adalah wilayah hutan Jombang. Lebakjabung adalah satu dari 18 desa yang secara administratif terletak di wilayah Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Senin siang, 13 Desember 2021, serombongan aktivis politik mengungjungi Lebakjabung. Beberapa tokoh muda terlihat bersama rombongan. Ada Gede Pasek Suardika, Sri Mulyono dan Mirwan Amir. Sehari sebelumnya, melalui jalur darat rombongan ini berangkat dari Jakarta. Mereka adalah pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Nusantara.

Lebakjabung adalah nama penting dalam catatan sejarah terbentuknya kekuasaan bagi kerajaan terbesar di Indonesia, Majapahit. Di Lebakjabung, ada
situs Batu Umpak Yoni Jabung. Situs ini berupa batu umpak yang diperkirakan merupakan pondasi sebuah pendopo dan di dalamnya terdapat Yoni yang diduga merupakan tanda batas ibu kota Mapajahit, untuk wilayah sebelah tenggara. Yoni itu sendiri saat ini disimpan di museum Trowulan.

Di Lebakjabung juga ditemukan satu peninggalan, yang kemudian menjadi satu babakan penting dalam konstalasi kekuasaan era kerajaan di Indonesia, yaitu Petilasan Gajah Mada. Petilasan ini ditandai dengan batu. Perihal nama atau sebutan Gajah Mada, berasal dari fakta sejarah berupa piagam atau prasasti Singasari pada tahun 1273 saka (27 April 1331) yang dikeluarkan oleh Gajah Mada. Prasasti ini menjelaskan perihal adanya paham Nerenda yang disebut dengan Bhatara Sapta Prabu, yang merupakan suatu dewan pertimbangan kerajaan.

Dalam Negara Kertagama yang ditulis Empu Prapanca, seorang pujangga Majapahit di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, di dalam pupuh XII/4 disebutkan bahwa: “Di timur laut rumah Patih Wil Watikta, bernama Gajahmada. Menteri Wira, Bijaksana, Setia Bakti kepada negara fasih bicara, teguh tangkas, tenang tegas, cerdik lagi jujur, tangan kanan maharaja sebagai penggerak roda negara”.

Senin siang itu, Ketua Umum, Sekjen, Bendahara Umum dan pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa melakukan safari politik, yang salah satunya adalah mengunjungi petilasan Gaja Mada di Lebakjabung. Di petilasan ini, diyakini menjadi tempat Patih Gajah Mada melakukan pertapaan dan penempaan. Dan, di petilasan ini pula diyakini Patih Gajah Mada mengucapkan sumpah monumentalnya: Sumpah Palapa.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional, Gede Pasek Suardika, dalam keterangannya mengatakan bahwa kunjungan ke petilasan Gajah Mada oleh pengurus DPP Partai Kebangkitan Nusantara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Nusantara, yang diperingati setiap tanggal 13 Desember.

“Ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Nusantara. Melalui kegiatan ini, Partai Kebangkitan Nusantara mengajak masyarakat untuk mengingat kembali bahwa sejak kejayaan Majapahit, kita ini adalah bangsa yang besar dan disegani,” katanya.

“Melalui peringatan Hari Nusantara, mari kita melakukan kontemplasi. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Karena itu, persoalan kita ke depan adalah bagaimana merajut bangsa yang besar ini menjadi berdikari, mandiri dan gotong-royong untuk kemakmuran bangsa dan negara Indonesia,” demikian dikatakan Pasek Suardika.

Sebelum ke petilasan Gajahmada, rombongan DPP Partai Kebangkitan Nusantara juga mengunjungi Alas Tarik yang berada di wilayah Tarik, Sidoarjo. Di petilasan Gajah Mada, pengurus DPP Partai Kebangkitan Nasional juga melakukan penanaman pohon Maja dan pohon Trembesi di pekarangan petilasan. Pohon Maja dan pohon Trembesi itu merupakan pemberian dari keluarga besar Anas Urbaningrum, yang dikirim oleh Anna Luthfie.

Di petilasan Gajah Mada inilah, juga dilakukan pembacaan Ikrar Partai Kebangkitan Nusantara oleh Sekjen Partai Kebangkitan Nusantara, Sri Mulyono diikuti oleh penancapan bendera Merah Putih oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara, Gede Pasek Suardika. Selanjutnya, dilakukan prosesi pelepasan burung perkutut katuranggan Majapahit.

Inilah cara Partai Kebangkitan Nusantara membacakan ikrarnya: dilaksanakan di petilasan Gajah Mada di Hari Nusantara. (*)

  • Bagikan