Kuatkan Lulusan Prodi Hukum Keluarga, STAIS Jalin Kerja Sama Dengan PERADI Kutim

  • Bagikan

Sangatta- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta menjalin kerja sama dengan DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) SAI Kutai Timur (Kutim) pada Senin (27/12/2021).

Kerja sama tersebut tertuang dalam bentuk penandatanganan memorandum of understanding (MoU) bagi kedua belah pihak, dan dirangkai dengan diskusi inspirasi hukum yang diisi oleh ketua Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) DPC Peradi SAI Kutai Timur bapak Hairul, S. H.

Acara yang digelar di Gedung BPU Kecamatan Sangatta Utara, Kutim tersebut dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.30 wita. Acara berjalan dengan tertib, antusias dan mengalir dengan banyak dialog dan pertanyaan-pertanyaan dari para peserta yang keseluruhannya adalah sivitas akademika STAI sangatta khususnya mahasiswa prodi Hukum Keluarga.

Penandatanganan MoU

Sanjaya, salah satu peserta diskusi dari prodi Ekonomi Syariah sangat antusias dan berharap agar STAIS mampu mencetak generasi handal di bidang hukum.

“Melalu diskusi ini saya sangat tertarik untuk mendalami masalah hukum meskipun saya mahasiswa Ekonomi syariah”, ungkapnya.

“Jadi saya berkeyakinan jika alumni STAIS ke depan ada yang bisa menjadi advokat yang handal”, tambahnya.

Demikian juga Zambohari dari Mahasiswa Akhwalus Syakhsiyyah ingin bergabung dengan organisasi profesi advokat selepas selesai menimba ilmu di prodi AS.

“Saya ingin bergabung dengan organisasi profesi advokat, apakah dibolehkan meski belum lulus? Dan karena banyak organisasi profesi advokat, mana yang paling baik untuk diikuti? “, tanya Zam kepada nara sumber.

Dalam proses MoU sendiri Ketua DPC Peradi SAI Kutim Felly Lung SH M.AP, tidak dapat hadir dan diwakilkan kepada Syarif Pandu Arifin mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan ruang lingkup Peradi SAI di kampus STAI Sangatta, terkait dengan perjanjian kerja sama antara Peradi SAI Kutim dengan STAI Sangatta Program Studi Ahwal Syakhsiyyah (hukum keluarga).

“Ini adalah bagian bentuk sinergitas saling mendukung yang memiliki visi-misi yang pararel dalam hal penyuluhan hukum, pemberdayaan mahasiswa hukum dan menyelenggarakan pendidikan khusus profesi advokat di Kutai Timur (PKPA),” ungkap Syarif.

“Oleh karena itu, dengan berlandaskan kerja sama tersebut, semakin menguatkan dan memiliki track yang sama,” lanjutnya.

Ketua STAI Sangatta Dr H Arif Rembang Supu M.Pd menjelaskan, pihaknya amat responsif atas kegiatan yang dirangkaikan dengan perjanjian kerjasama tersebut. Khususnya karena di STAI Sangatta memiliki program studi akhwal syakhsiyyah (hukum keluarga).

“Bahwa, hukum itu bukan cuma persoalan hukum keluarga sebagaimana dalam kompilasi hukum Islam, ternyata sangat beragam dan outputnya sangat luas, semisal menjadi pengacara tentu melalui PKPA yang bersama-sama dijalankan nantinya,” tutup Arif Rembang Supu. (*)

  • Bagikan