oleh

KKB Papua Teroris, Pendiri NII Crisis Center Sebut Siapapun Yang Terlibat KKB Bisa Ditangkap

kliksajakaltim.co,Jakarta-Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menurut Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan bisa dilakukan dengan cara Preventif Strike.

Preventif strike menurut Ken panggilan akrabnya bisa dilakukan oleh Densus 88 menyusul penetapan KKB sebagai terorisme dengan cara menangkap siapa saja yang bergabung dengan KKB maupun para pendukung KKB.

“Densus 88 bisa melakukan pencegahan keras dengan cara menangkap siapa saja yang tergabung KKB. Bahkan tidak hanya itu, kelompok atau individu yang menjadi pendukung KKB pun bisa ditangkap dengan pendekatan UU Terorisme”, ucap Ken Setiawan saat dihubungi via whatsapp pada Minggu (2/5/2021).

Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris pada Kamis, 29 April lalu di Kantor Kementrian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan dengan mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2018.

Namun menurut Ken, penyebutan soal KKB sebagai teroris juga harus hati hati, untuk menghindari bias pemerintah bisa menyebut dengan jelas nama pemimpin atau kelompoknya agar tidak melukai hati seluruh rakyat Papua.

“Penetapan KKB sebagai teroris sudah tepat, namun harus disebutkan dengan jelas siapa pemimpin dan nama kelompoknya. Misalnya, kelompok teroris Lekagak Telenggen, kelompok teroris Goliat Tabuni, kelompok teroris Kely Kwalik dan seterusnya, jangan sampai salah penyebutan kelompok teroris Papua karena akan melukai rakyat Papua”, tambah Ken.

Lanjut Ken, penanganan KKB dengan pendekatan UU Teroris bisa menjerat siapa saja kelompok atau individu yang mendukung KKB, termasuk pendukungnya di media sosial.

“Misalnya, Veronika Koman, selama ini mendukung KKB di Twitter, bisa ditangkap atas dugaan terorisme sesuai UU Nomor 5 tahun 2018,” pungkasnya. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]