oleh

Khairy Al Fakih dan Rian Hidayat Terpilih Sebagai Presiden BEM STAIS Periode 2021-2002

Sangatta-Khairy Al Fakih dan Ryan Hidayat, mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam dan mahasiswa Ahwal Syakhsiyah terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekokah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta, Kutim, masa periode 2021-2022 pada Selasa, (08/06/2021).

Perhitungan suara dilaksanakan di ruang BEM STAIS dimulai pada pukul 08.00-14.00 Wita. Setelah itu, dilakukan perhitungan suara dimana pasangan Khairy Al Fakih dan Ryan Hidayat dengan nomor urut 1 berhasil mengantongi 247 suara dari 301 surat suara sah yang diterima Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM). Sementara rivalnya Kevin Prayogo dan Agus Kurniady dengan nomor urut 2 berhasi mengumpulkan 50 suara. Selisih mereka terpaut 197 suara. Dengan begitu secara sah pasangan nomor urut 1 Khairy Al Fakih dan Ryan Hidayat berhasil menjadi Presiden dan Wakil Presiden STAI yang baru.

Pemilihan tersebut dilakukan secara offline. Setiap mahasiswa sebelum mencoblos menunjukan KTM yang disesuaikan dengan Data Base mahasiswa aktif di Kampus.

Wakil Ketua III STAIS, Bapak Abdurrahim Yunus, DEA mengatakan, pemilihan BEM dilakukan secara demokratis. Mereka terpilih secara sah dengan suara terbanyak. Selamat dan sukses kepada Presiden dan Wakil Presiden yang baru terpilih, selamat juga untuk ananda Khairul Anam yang terpilih secara aklamasi sebagai ketua HMJ Tarbiyah dan ananda Risman yang terpilih secara aklamasi sebagai ketua HMJ Syariah.

“Kita berharap mereka yang terpilih dapat mengemban amanah. Lebih kreatif dan inovatif sehingga setiap kegiatan berjalan dengan baik,”terang Abdurrahim.

Sementara itu, Khairy Al Fakih selaku Presiden BEM STAI Sangatta terpilih, mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mensupport dan mensukseskan tahapan demi tahapan PRM ini.

“Terimakasih kepada semua pihak yang membantu mensukseskan PRM tahun ini. Semoga kita bisa bersama-sama memajukan kampus STAIS lebih baik lagi,”ujarnya.

Kemudian, ia juga menambahkan, PR selanjutnya adalah bagaimana mulai mengisi struktur kepengurusan di internal BEM, merapikan administrasi BEM, membuat program yang adaptif dengan kondisi pandemi saat ini, serta membangun gerakan-gerakan yang inovatif, kritis, progresif demi mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang ada di Kampus.

PR kami kedepan tentu sangat banyak, tapi insya Allah secara estafet kami pelan-pelan mulai membuat perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang sesuai dengan visi-misi kami,”ujar mahasiswa semester 6 PAI ini.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]