oleh

Kaltim Menjadi Percontohon Rakor Potensi Ekonomi di Indonesia

Samarinda – Kalimatan Timur ditunjuk penyelenggara Rakor Identifikasi Potensi Ekonomi Daerah dalam rangka meningkatkan kerja sama daerah untuk mendukung pembangunan Daerah. Selasa, (8/6/2021).
 
“Rakor yang sama direncanakan akan diselenggarakan pada 10 provinsi terpilih dan Kalimantan Timur sebagai penyelenggara pertama di Indonesia, diharapkan sebagai percontohan provinsi lainnya,”  terang Kepala Biro Humas Setda Kaltim, HM Syafranuddin.

Menurut Jubir Pemprov Kaltim ini, penunjukan Kaltim merupakan keputusan Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri sebagai pembina dan pengawas dalam perumusan kebijakan dan menfasilitasi kerja sama.
 
Lebih lanjut Ivan, sapaan Syafranuddin menerangkan Rakor yang akan berlangsung selama satu hari ini akan dihadiri Sekretaris Daerah 10 kabupaten/kota, Bappeda dan Bagian Kerja Sama Kabupaten/Kota, perangkat daerah lingkup Provinsi Kaltim.

“Fasilitasi Kerja Sama Kemendagri RI Jakarta yang akan menjadi narasumber dan Sekda Provinsi Kaltim,” tambah Ivan.
 
Dijelaskannya, banyak hal positif yang akan diperoleh atas penyelenggaraan Rakor ini, salah satunya akan terkumpul data potensi daerah pada masing-masing pemerintah daerah.

Diharapkan membuka cakrawala pemikiran pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten dan kota untuk dapat memahami arti penting dan manfaat analisis potensi ekonomi menjadi bekal dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik.
 
Hasil yang diharapkan, tambahnya, pemerintah daerah memiliki pemahaman dan pengetahuan terkait potensi daerah masing-masing, mendorong tumbuhnya prakarsa dan peran aktif pemerintah daerah, masyarakat dan swasta terkait potensi daerah masing-masing.

Selain itu, tukar menukar pengetahuan dan pengalaman tentang pengelolaan potensi unggulan daerah yang pernah dikerjasamakan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Juga, tukar menukar kebudayaan dalam rangka memperkaya kebudayaan daerah serta memberikan solusi/masukan terhadap pemerintah daerah atas permasalahan yang belum dapat diselesaikan,”pungkas Ivan.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]