oleh

Jangan Heran, Sampah Plastik Di Kota Samarinda Bisa Disulap Menjadi Solar Dexlite, Begini Caranya

Samarinda– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal mampu memproduksi bahan bakar ramah lingkungan berupa solar dari pengolahan sampah plastik.

Dimana produksi solar sekelas Dexlite nanti, melalui pengolahan sampah yang akan dilakukan oleh PT. Geo Trash Management bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Manager Regional Kaltim PT. Geo Trash Management, Wiwi Kriyadi mengatakan jika teknologi pengelolaan yang akan digunakan nanti sama seperti sistem yang kini sudah berjalan di Provinsi Nusa Tenggara Bara (NTB). Yang mana bahan baku produksi solar berasal dari plastik seperti sampah plastik mie instan atau makanan ringan yang selama ini dianggap tidak menguntungkan.

“Kebetulan hasil keterangan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda kalau sampah plastik yang dihasilkan di kota ini angkanya bisa mencapai 20 ton perhari, artinya dengan angka tadi kami bisa menghasilkan sebanyak 14 ribu liter solar per hari. Nilai jual jika dikalikan sebulan bisa mencapai Rp 2 Miliar.”ungkapnya ketika mempresentasikan mesin pengelolaan sampah, Selasa (8/6/2021) di Balai Kota.

Ia menjelaskan, untuk mewujudkan tekhnologi tadi maka pihaknya membutuhkan lahan seluas 4 hektare untuk membangun pusat industri untuk mendukung pengelolaan sampah tersebut. Mengingat nilai investasi yang ditanamkan pun tidak sedikit dimana angkanya mencapai Rp 75 Miliar hingga Rp 100 Miliar. Pemkot sendiri jelas Wiwi, bakal menerima sharing profit sebesar 7 persen dari hasil penjualan solar dalam satu bulan dan 3 persen untuk program CSR (Corporate Social Responsibility).

“Lahan yang nanti direkomendasikan oleh Pemkot juga sifatnya akan kami sewa. Begitu juga dengan sampah-sampah plastik yang kita ambil dari bank sampah akan kami beli seharga Rp 2 ribu per kilo. Jadi kami juga menawarkan agar pemerintah bisa ikut berinvestasi pada proyek ini dalam penyertaan modal, sehingga jika disetujui maka nilai sharing profit yang ditawarkan nantinya bisa diatas 7 persen,”jelasnya.

Sementara, Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun menyambut baik program pengelolaan sampah yang ditawarkan oleh PT. Geo Trash Management. Karena menurutnya hal tersebut sejalan dengan misi pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di kota Tepian.

“Jujur saya sangat tertarik dengan tawaran ini, bahkan jika memungkinkan kita akan ikut berinvestasi dalam penyertaan modalnya,”tutur Wali Kota.

AH begitu Andi Harun disapa menawarkan, jika nilai investasi yang diberikan Pemkot nanti jika disetujui porsinya harus lebih besar dari investor. 

Mengingat sambung mantan Ketua DPRD Provinsi Kaltim ini, secara bisnis to bisnis proyek tadi sangat menguntungkan jika melihat tonasi jumlah sampah yang dihasilkan kota Samarinda setiap hari.

Dimana menurutnya bisa mencapai sebanyak 624 ton disini sampah plastik menyumbang sebesar 16 persennya. Artinya jika dikelola kapasitasnya yang dihasilkan dari sampah plastik bisa melebihi 20 ton perhari.

“Karena sekali lagi ini barang menarik, jika di manajemeni dengan baik investasi yang kita tanamkan dalam waktu 3,5 tahun pasti sudah kembali, sharing yang kita terima juga setiap bulan akan maksimal dalam menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah),”sebutnya.

Selain itu, ia berharap lahan yang digunakan untuk membangun pusat industri nanti bisa memanfaatkan area TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah di kawasan Sambutan. Tujuannya agar bisa saling bersinergi dalam menunjang kinerja dari tekhnologi mesin yang digunakan.

“Karena sampah-sampah organik TPA nantinya bisa saja dimanfaatkan untuk dikelola menjadi gas metan oleh investor sebagai pembangkit mesin-mesin produksi di pusat industri nantinya,”sarannya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Wakil Wali Walikota Samarinda Dr. H. Rusmadi yang ikut hadir siang itu ikut merespon positif project tadi. Dirinya hanya menyampaikan jika program tadi bisa berjalan dengan baik, maka tenaga kerja yang ikut terlibat dalam pengelolaan sampah bisa memanfaatkan warga lokal.

“Setidaknya melalui project ini perlahan permasalahan lingkungan terkait masalah sampah mulai teratasi, sehingga melalui bank sampah nanti masyarakat sudah bisa menilai dan memilah jika ternyata sampah plastik pastinya mempunyai nilai ekonomis,”ungkapnya. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]