Awas Ada Dokumen Swab Palsu Masuk Kota Bontang

  • Bagikan

BontangKembali digelar, rapat PPKM kali ini membahas segala upaya-upaya pemerintah dalam memberantas penyebaran kasus covid-19 di Kota Bontang.

Bertempat di Auditorium 3D, rapat yang diselenggarakan pada Senin (19/7/21) dipimpin oleh Wali Kota Bontang Basri Rase.

Membuka rapat tersebut, Dandim Choirul Huda memaparkan 17 Juli merupakan puncak terbanyak kasus kematian akibat covid-19.

“Saat memeriksa kondisi penyekatan di daerah pelabuhan, kami menemukan beberapa orang yang memalsukan dokumen swab antigen. Saat dicek barcodenya tidak bisa. Nah hal-hal begini yang harus kita tindak. Jika ada yang memalsukan dokumen, masuk Bontang wajib kita swab lagi dan kita beri efek jera,” tegas Choirul Huda.

Selain itu, Ia juga menegaskan agar peran media semakin gencar.

“Banyak masyarakat yang belum tahu kalau Pemkot memberi bantuan kepada masyarakat yang isoman. Nah ini peran media harus publikasikan agar masyarakat tahu bahwa pemerintah telah memberi bantuan baik dari pemkot sendiri maupun CSR,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Walikota Basri Rase meminta agar penyekatan dilakukan di tiap kelurahan yang terkonfirmasi positif covid-19 paling banyak. Selain itu, Beliau juga meminta agar seluruh kepala dinas berkoordinasi dengan berbagai instansi dan perusahaan.

“Silahkan dinas terkait berkoordinasi dengan Baznas terkait bantuan untuk mesjid, Disnaker silahkan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan terkait dan untuk sementara tidak ada study banding dulu. Jangan terima tamu dari luar. Kita fokus agar kasus ini menurun di Bontang,” tegas Basri.

“Untuk Dinkes, berikan bantuan suplai vitamin bagi garda isoman dan staf yang menjaga penyekatan dan untuk Kominfo, terkait media tolong disebarkan semua info terkait pemberian bantuan dari pemkot kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan